• Selamat datang kami ucapkan kepada mahasiwa magang dari kampus UiTM Perlis, Malaysia.

    Disini mereka bertiga akan mempelajari tentang Kimia lebih lanjut, gimana sih perkembangan pembelajaran Kimia di Indonesia ini sehingga mereka ditempatkan di Universitas Islam Riau dan magang di Prodi Pendidikan Kimia. Mereka tidak hanya mempelajari Kimia melalui pembelajaran saja tetapi, mereka juga ikut dalam melakukan beberapa praktek salah satunya yaitu mengikuti mahasiswa-mahasiswa yang lain dalam membuat detergen atau sabun. Sebelum mereka mengikuti praktek dalam membuat sabun, terlebih dahulu mereka dibekali pengetahuan oleh dosen Kimia yaitu ibuk Asyti Febliza, S.Pd, M.Pd. dan bahkan mereka sempat mengajukan beberapa pertanyaan yang kemudia di jawab oleh dosen tersebut. Dan pada akhirnya sampailah pada situasi yang sangat mereka tunggu-tunggu yaitu membuat sabun. Sebelumnya mereka tidak pernah membuat sabun pada saat belajar di UiTM karena mereka hanya mempelajari bentuk-bentuk polimer saja, ujar salah seorang dari anggota tim tersebut. Mereka tampak sangat bersemangat dalam mebuat sabun tersebut karena pada awalnya mereka sudah melihat vidio yang ditunjukkan oleh salah seorang Dosen yang mengajar di hari tersebut. Selain membuat sabun, mereka juga diajarkan tentang media pembelajajaran. Yaitu membuat animasi dalam materi Kimia. Disini dapat dilihat mereka sangat bersemangat mendengarkan apa yang disampaikan dosen karena mereka penasaranbagaimana cara membuat animasi asam basa bisa terdeteksi sendiri ujar Muhammad Iskandar Zulkarnain. Pada akhirnya mereka bisa ya walaupun sekeder bola yang bergerak secara zig-zag ujar salah seorang dari mereka. Selain belajar di kelas dan mengikuti praktek mereka disini juga mengikuti beberapa kegitan lainnya yang disusun oleh prodi Pendidikan Kimia Fkip Uir, salah satunya adalah jelan-jalan ke perpustakaan wilayah atau Puswil yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru. Sesampainya disana salah seorang dari rombongan bertanya kepada mereka “ Dimalaysia ada bangunan seperti ini” lansug mereka jawab “ Ada, tetapi bangunan yang mempunyai seni relief seperti ini tidak ada, karena disana Cuma banyak gedung beser tetapi digunakan untuk perkantoran” ujar salah seorang dari mereka.